Berita

Ford lakukan negosiasi dengan BYD untuk pasokan baterai

×

Ford lakukan negosiasi dengan BYD untuk pasokan baterai

Sebarkan artikel ini


Jakarta (ANTARA) – Ford Motor Company dikabarkan tengah bernegosiasi dengan raksasa otomotif Tiongkok, BYD untuk menjalin kemitraan terkait pasokan baterai untuk beberapa model kendaraan hybrid.

Dilaporkan Carnewschina pada Jumat (16/1) waktu setempat, kedua perusahaan tersebut masih menentukan detail spesifik dari potensi kolaborasi tersebut.

Meski demikian, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan melibatkan Ford untuk mengirimkan baterai yang dipasok BYD ke fasilitas manufakturnya di luar Amerika Serikat.

Jika kesepakatan tercapai, Ford akan mendapatkan akses ke teknologi baterai dari produsen mobil terbesar di China, yang dikenal karena keunggulan biaya dan kemampuan manufakturnya.

Potensi kemitraan ini sejalan dengan perubahan strategis Ford yang baru-baru ini diumumkan untuk mengurangi operasi kendaraan listrik murni sambil meningkatkan investasi pada model hybrid.

Baca juga: LG Energy Solution batalkan kontrak baterai Ford senilai Rp108 triliun

Bulan lalu, Ford menyatakan niatnya untuk mengalihkan fokus dari kendaraan listrik sepenuhnya ke powertrain hybrid, plug-in hybrid, dan kendaraan listrik yang direncanakan menyumbang sekitar setengah dari penjualan globalnya pada tahun 2030.

Diketahui, sebelum menjadi salah satu produsen mobil terbesar di dunia, BYD membangun bisnis manufaktur baterai yang kuat yang mencakup baterai untuk kendaraan hybrid.

Perusahaan ini terutama memproduksi baterai di Tiongkok tetapi sedang memperluas kapasitas di fasilitas luar negeri untuk tumbuh di pasar di seluruh Asia Tenggara, Eropa, dan Brasil.

Bernstein Research memperkirakan pengiriman baterai BYD meningkat 47 persen tahun lalu, mencapai 286 gigawatt-hours.

Meskipun BYD sebelumnya telah memproduksi baterai kendaraan komersial di pabrik pembuatan busnya di California, perusahaan ini belum memproduksi baterai kendaraan penumpang di Amerika Serikat.

Ford saat ini sedang menghadapi tantangan dari melambatnya permintaan kendaraan listrik.

Baca juga: Ford dikabarkan telah menyuntik mati Focus di Jerman.

Bulan lalu, perusahaan mengumumkan akan menyesuaikan strateginya dan memperkirakan akan menanggung biaya sebesar 19,5 miliar USD, terutama terkait dengan operasi kendaraan listriknya.

Secara bersamaan, Ford berencana untuk memperluas jajaran kendaraan bensinnya dan meningkatkan pilihan model hybrid, yang membutuhkan lebih banyak baterai yang cocok untuk kendaraan hybrid.

Penjualan kendaraan hybrid perusahaan telah menunjukkan momentum pertumbuhan, dengan penjualan kuartal keempat tahun lalu meningkat 18 persen dari tahun ke tahun menjadi sekitar 55.000 unit.

Kesepakatan potensial ini akan dibangun di atas hubungan yang sudah ada antara kedua perusahaan.

Pada tahun 2020, Ford mulai menggunakan baterai BYD di kendaraan yang diproduksi oleh usaha patungan Tiongkoknya dengan produsen mobil milik negara Changan.

Bertahun-tahun kemudian, BYD mendekati Ford untuk memasok baterai untuk kendaraan yang dijual di pasar lain, dengan Ford Bronco PHEV yang baru diluncurkan menggunakan baterai dari anak perusahaan BYD, Findreams.

Baca juga: Ford RMA Indonesia perkenalkan layanan purna jual Ford 360 Care

Baca juga: Ford pastikan recall 1,9 juta kendaraan tak berdampak ke Indonesia

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

formasi agar modal tahan lama di mahjong wins situs gacormahjong ways berikan pecahan besar tak terhinggapemuda jakut dapat tas lv berkat mahjong winsroni anak jakut bawa cash ratusan juta maxwin mahjong wayssituasi sudah kondusif scatter mahjong wins peluang indahslot gacorjawara76